Laman

Jumat, 24 Agustus 2012

model pembelajaran project citizen, keterampilan berpikir kritis dan kreatif

JudulPenerapan model pembelajaran project citizen untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas V SD Islam Sabilillah Malang oleh Luqman
PenulisLuqman
Pembimbing
Penerbitan, S2 .




Abstrak
Kata Kunci: model pembelajaran project citizen, keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kreatif sebagai fokus penelitian ini bermula dari hasil studi pendahuluan bahwa pembelajaran PKn di SD Islam Sabilillah Malang khususnya pada kelas V masih belum optimal. Pembelajaran PKn masih belum memberikan pengalaman belajar untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif seperti yang diamanatkan kurikulum. Pembelajaran didominasi metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan. LKS yang diberikan kepada siswa juga masih belum memberikan pengalaman belajar yang mengarah kepada keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Demikian halnya dengan Uji Kompetensi yang lebih mengarah kepada aspek kognitif tingkat C1 dan C2. Oleh karena itu, perlu adanya strategi pembelajaran yang berorientasi kepada keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.

Model pembelajaran project citizen merupakan instructional treatment yang berbasis masalah untuk mengembangkan pengetahuan, kecakapan, dan watak kewarganegaraan serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang didasari oleh nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran project citizen untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif, (2) mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis dengan menerapkan model pembelajaran project citizen, dan (3) mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif dengan menerapkan model pembelajaran project citizen.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas V D SD Islam Sabilillah Malang pada semester Genap tahun pelajaran 2011/2012. Guru dalam penelitian ini selain menjadi peneliti, juga berperan sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis data, penafsir, sekaligus sebagai pelapor hasil penelitian. Data penelitian ini diperoleh dari hasil (1) observasi kegiatan guru, (2) observasi kegiatan siswa, dan (3) analisis hasil belajar siswa.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan model project citizen untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif melalui 6 (enam) langkah yang dilakukan secara berkelompok. Langkah-langkah tersebut adalah (1) Mengidentifikasi masalah. Kelompok mengidentifikasi masalah yang terdapat di lingkungan sekitar kemudian menuliskan alasan dari masing-masing masalah yang telah ditemukan/diidentifikasi untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis. (2) Memilih masalah. Kelompok melakukan musyawarah mufakat untuk memilih satu masalah yang akan menjadi kajian dan bahasan kelompok. Siswa dibimbing dan difasilitasi untuk memberikan alasan pemilihan masalah. (3) Mengumpulkan informasi. Setelah kelompok menentukan satu permasalahan, kelompok mengumpulkan informasi selengkap dan sebanyak mungkin dari berbagai sumber tentang masalah yang dibahas. (4) Mengembangkan portofolio. Informasi yang telah diperoleh kelompok, kemudian dituangkan dalam portofolio. Siswa menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan pokok permasalahan, data-data yang berhubungan dengan masalah, dan gagasan-gagasan untuk mengatasi masalah. (5) Menyajikan portofolio. Kelompok menyajikan/mempresentasikan portofolio untuk menjelaskan permasalahan dan gagasan siswa untuk mengatasi masalah kepada seluruh siswa dan undangan (pihak sekolah). (6) Refleksi pengalaman belajar. Siswa diajak untuk mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukan selama pembelajaran dan memberikan penguatan kepada siswa untuk selalu peka, kritis, dan kreatif terhadap hal-hal yang ada di sekitar.

Secara kuantitatif, penerapan model pembelajaran project citizen dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis yaitu 74,3 pada siklus I menjadi 83,9 pada siklus II. Selain itu, penerapan model pembelajaran project citizen juga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif yaitu 70,8 pada siklus I menjadi 75,6 pada siklus II.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar